Kamis, 21 Februari 2008
Tak Tahan Bau Menyengat
Warga Ancam Demo Petrokimia
$UARAHATI,gresik - Warga Desa Lumpur dan Telogo Pojok Kecamatan Manyar tidak tahan dengan polusi pabrik PT Petrokimia Gresik (PG). Pasalnya selain polusi pupuk terbesar Indonesia itu baunya pesing menyengat hidung, dan menyebabkan mata perih juga mengganggu lingkungan sekitar warga. "PT. Petrokimia Gresik maupun anak perusahaannya harus peduli dengan nasib warga. Kami tidak perlu minta ijin ke Polres. Begitu bau menyengat itu tercium warga, kita akan langsung melakukan aksi unjuk rasa," ujar Moh. Tabrani, warga Telogo Pojok, kemarin.
Polusi pabrik bukan hanya menyengat hidung dan membuat sesak nafas, tapi juga membuat kepala pusing itu dirasakan warga belakangan sekamin parah. Apalagi jika angin kencang, baunya minta ampun. Bahkan, sejumlah tanaman di anak perusahaan Petro, seperti PT. Oxo dan PT. Phonska sejak sebulan ini banyak yang mati.
Sebelum mati, daun pohon itu berubah warna menjadi merah yang diduga terkena polusi PT. Phonksa. Akibat polusi itu, genting rumah milik warga Telogo Pojok juga berubah warna menjadi merah. "Mukena, peralatan sholat, saat dijemur tidak lama langsung berubah menjadi merah. Puluhan burung merpati milik saya bahkan banyak yang mati. Dari 14 kini tinggal dua," tambah Syamsul warga Telogo Pojok lainnya. Siti, ibu Syamsul menambahkan, bau menyengat itu dirasakan terjadi setiap hari. Tapi, belakangan ini bau itu semakin menusuk hidung.
"Kalau sudah begitu, kepala langsung pusing dan nafas sesak. Tapi, terus gimana lagi. Mau pindah rumah juga tidak mungkin. Ya terpaksa tiap hari saya harus hirup racun itu." katanya pasrah. Karena terkena imbas polusi pabrik itulah makanya warga meminta kepedulian Petro untuk melakukan general cek up terhadap kesehatan warga setiap bulan, memberikan masker dan sumur air bersih, juga alat untuk mendeteksi tingkat polusi. Tidak hanya itu, warga juga minta comdev berupa biaya pendikan mulai tingkat SD hingga SMA untuk anak warga dua desa itu.
Sementara itu Tohirin anggota Fraksi PDIP DPRD Gresik mendesak Petro memperhatikan nasib warga, ini lantaran Petro selama ini tidak peduli dengan nasib warga yang setiaphari menghirup polusi pabrik tersebut. "Kalau dilihat dari hasil produksi pabrik yang begitu besar keuntungannya, ternyata tidak sebanding bila dibandingkan dengan penderitaan warga, makanya Petro harus memenuhi permintaan warga," ujar Tohirin yang rumahnya di kota Gresik itu. Selain itu, lanjut Tohirin mempertanyakan Petro yang membangun dua pabrik lagi. Menurutnya, PT. Petro dan anak perusahaanya saja sudah membuat warga tak berdaya, kepana masih membangun dua pabrik lagi.
"Apakah warga mau dimatikan, sebab dengan bertambahnya pabrik itu akan semakin menambah penderitaan warga," kecam pria berambut gondrong ini. Dia juga menyangsikan Amdal ke dua pabrik yang konsultanya berasa dari Universitas Indonesia (UI). Sebab selama ini warga tidak pernah diajak sosialisasi. "Demi menyelamatkan warga Petro harus melakukan relokasi. Tapi relokasi itu kok mustahil karena tidak akan membuat nasib warga semakin baik, malah akan semakin terpuruk, ya contohnya saja warga Tepen. Dulu warga Tepen direlokasi oleh Petro tapi nasibnya sekarang malah tambah tidak karuan," tambah Tohirin.
Menanggapi itu Kabiro Humas PT. Petrokimia Gresik Hariyono mengaku akan secepatnya turun ke lokasi mengechek kebenaran keluhan warga. "Nanti kita akan tugaskan petugas bagian lingkungan turun ke lapangan melakukan evaluasi. Tapi kalau soal bantuan Petro ke warga sebenarnya sudah lebih dari cukup. Jika warga masih menuntut yang lebih lebih, maka kami akan memperhatikannya," pungkas Hariyono. yan
Rabu, 20 Februari 2008
Warga Bawean Pulang Berdesakan
Kapal Kelebihan Muatan
$UARAHATI,gresik - Setelah dua Minggu lontang-lantung di Pelabuhan Gresik lantaran tidak bisa pulang karena kapal tidak diperbolehkan berlayar, kini ratusan warga pulau Bawean bisa bernafas lega. Pasalnya mereka bisa pulang dengan naik Kapal Motor (KM) Harapanku, kemarin.
Keberangkatan KM Harapanku itu setelah mendapatkan izin dari Adpel Gresik usai diberi kepastian Badan Meteorologi dan Giofisika (BMG) Perak, kalau cuaca sudah membaik. Sayangnya, KM Harapanku Mekar berangkat dari pelabuhan Gresik mengalami keterlambatan, juga kapal ini melebihi muatan, sehingga kapal yang sedianya berangkat pukul 09.00 wib terpaksa diundur hingga pukul 12.10 wib baru diberangkatkan, karena menurunkan kelebihan barang. Pemberangkatan perdana kapal
penumpang yang melayaniGresik - Bawean tersebut kelebihan muatan hingga 3 ton lebih.
Akibatnya Adpel menurunkan kelebihan barang muatan, yang terdiri dari 400 zak Semen dan 100 dus keramik, padahal, sebelumnya sudah melarang, karean diutamakan sembako, karena selama dua pekan tidak ada pelayaran ke pulau yang jarakany 80 mil dari Gresik itu.
Diundurnya jadwal pemberangkatan kapal tersebut disesalkan oleh Hakim (40) asal Bawean, kenapa dari awak kapal tidak mengecek kapasitas barang kapal tersebut, sehingg tidak kelebihan. "Kalau begini kan yang dirugikan penumpang " cetusnya
Kepala Kantor Adpel Gresik H. Asmari melalui Kasi Gamat (Gangguan dan keselamatan) Adpel Gresik Suratno mengatakan, kelebihan itu terlihat dari, tanda lambung
melebihi muatan.
"Kami sengaja menurunkan penumpang yang sebenarnya hanya berkapasitas 253, diisi penumpang 263 lebih, sedangkan barang yang saya perintahkan untuk diturunkan 400 zak Semen dan 100 dus keramik,'' tegasnya. hardy
$UARAHATI,gresik - Setelah dua Minggu lontang-lantung di Pelabuhan Gresik lantaran tidak bisa pulang karena kapal tidak diperbolehkan berlayar, kini ratusan warga pulau Bawean bisa bernafas lega. Pasalnya mereka bisa pulang dengan naik Kapal Motor (KM) Harapanku, kemarin.
Keberangkatan KM Harapanku itu setelah mendapatkan izin dari Adpel Gresik usai diberi kepastian Badan Meteorologi dan Giofisika (BMG) Perak, kalau cuaca sudah membaik. Sayangnya, KM Harapanku Mekar berangkat dari pelabuhan Gresik mengalami keterlambatan, juga kapal ini melebihi muatan, sehingga kapal yang sedianya berangkat pukul 09.00 wib terpaksa diundur hingga pukul 12.10 wib baru diberangkatkan, karena menurunkan kelebihan barang. Pemberangkatan perdana kapal
penumpang yang melayaniGresik - Bawean tersebut kelebihan muatan hingga 3 ton lebih.
Akibatnya Adpel menurunkan kelebihan barang muatan, yang terdiri dari 400 zak Semen dan 100 dus keramik, padahal, sebelumnya sudah melarang, karean diutamakan sembako, karena selama dua pekan tidak ada pelayaran ke pulau yang jarakany 80 mil dari Gresik itu.
Diundurnya jadwal pemberangkatan kapal tersebut disesalkan oleh Hakim (40) asal Bawean, kenapa dari awak kapal tidak mengecek kapasitas barang kapal tersebut, sehingg tidak kelebihan. "Kalau begini kan yang dirugikan penumpang " cetusnya
Kepala Kantor Adpel Gresik H. Asmari melalui Kasi Gamat (Gangguan dan keselamatan) Adpel Gresik Suratno mengatakan, kelebihan itu terlihat dari, tanda lambung
melebihi muatan.
"Kami sengaja menurunkan penumpang yang sebenarnya hanya berkapasitas 253, diisi penumpang 263 lebih, sedangkan barang yang saya perintahkan untuk diturunkan 400 zak Semen dan 100 dus keramik,'' tegasnya. hardy
Langganan:
Postingan (Atom)